-->
Lucu sekali ketika ada orang yang membanggakan-banggakan dirinya karena telah mempunyai pacar. Entah itu karena pacarnya yang tampan, cantik, kaya, atau yang lainnya. Justru pacaran adalah hal yang memalukan. Pacaran adalah aib dalam kehidupan dan tidak selayaknya untuk dibangga-banggakan. Pacarkan ibaratkan setetes noktah hitam pada selembar kertas putih yang tak bisa dan tak mungkin dihilangkan.
Sumber :pelajar islam
Lucu sekali ketika ada orang yang membanggakan-banggakan dirinya karena telah mempunyai pacar. Entah itu karena pacarnya yang tampan, cantik, kaya, atau yang lainnya. Justru pacaran adalah hal yang memalukan. Pacaran adalah aib dalam kehidupan dan tidak selayaknya untuk dibangga-banggakan. Pacarkan ibaratkan setetes noktah hitam pada selembar kertas putih yang tak bisa dan tak mungkin dihilangkan.Dunia telah berbalik. Kita menertawakan mereka yang menikah muda, tetapi mengacungkan jempol untuk mereka yang berpacaran. Justru seharusnya kita bangga dengan mereka yang segera menikah untuk menjaga pandangan, kemaluan, dan kehormatannya. Untuk menjaga itu semua bukan dengan pacaran, tetapi dengan menikah. Namun jika belum mampu, maka berpuasalah. Insya Allah hal itu akan dicatat oleh Allah sebagai amal ibadah.
Seharusnya kita malu di usia yang sudah dewasa ini, kita masih belum bisa mencari penghasilan sendiri, masih belum bisa menghidupi diri kita sendiri. Justru harta orang tua yang kita keruk dan terus kita hambur-hamburkan. Kita terlalu terlena dengan kekayaan orang tua yang menggelimang. Kita terlalu terlena dengan atribut dan aksesoris dunia yang kita pakai. Kita tidak sadar bahwa semua itu adalah fana, semua itu hanya mainan dunia. Na'udzubillah.
Percayakah bahwa pacaran itu hanya pelampiasan hawa nafsu? Jika tidak, lantas apa tujuan kita pacaran? Untuk saling mengenal? Setelah saling mengenal apa yang akan dilakukan? Saling berbagi rasa, cerita, pengalaman, dan lain-lain? Justru di situ akan muncul bibit-bibit nafsu yang akan menggiring kita ke jurang kemaksiatan.
Ada yang bertanya, bagaimana bisa mengenal pasangan kita kalau tidak pacaran dulu? Orang yang pacaran saja setelah menikah cerai, apalagi yang tidak pacaran sebelumnya? Pertanyaan itu hanya akan dilontarkan oleh orang yang tidak mau belajar dan tidak mau berpikir. Justru penelitian menunjukkan bahwa kasus perceraian terjadi lebih banyak kepada mereka yang pacaran sebelum menikah.
Lantas bagaimana kita menyikapi pertanyaan di atas? Jangan khawatir sahabat. Islam adalah solusi. Islam mengatur segalanya. Islam mengatur dari kita bangun tidur sampai kita tidur lagi, islam mengatur dari hal yang paling kecil sampai hal yang paling besar. Silakan pelajari bagaimana islam mengatur hubungan laki-laki dan perempuan.
Orang yang berpacaran, adalah ciri orang yang TIDAK YAKIN kepada Allah, orang yang tidak yakin kepada jodoh yang telah Allah siapkan untuknya.
Islam tidak melarang kita untuk berpacaran. Silakan kita berpacaran asalkan sesuai dengan waktu dan tempatnya. Kapan waktu dan tempatnya? Setelah kita diikat oleh perjanjian yang besar (mitsaaq al-gholidzoh) dalam ikatan yang halal, yaitu PERNIKAHAN.
--> Lucu sekali ketika ada orang yang membanggakan-banggakan dirinya karena telah mempunyai pacar. Entah itu karena pacarnya yang tampa...
Artikel Terkait :
Diberdayakan oleh Blogger.

Click here for comments 0 comments: